Jangan takut untuk START
Hari ini masih seperti hari-hari kemarin, entah kenapa saya tidak menemukan ide untuk menulis sama sekali. Tapi saya tetap ingin menulis. Yah, yang penting jangan bosan saja membaca tulisan saya yang kadang-kadang tidak penting, hehehhe. Dan sekarang saya masih bingung saya harus menulis tentang apah. Tapi tetap saja jari-jari saya terus mengetik tiap huruf di keyboard, jadi jangan salahkan saya, salahkan saja jari-jari saya.
Kemarin teman saya datang ke rumah, rencananya sih mau kerja tugas. 1 jam kerja tugas, dan 6 jam dihabiskan dengan curhat. Sangat mudah ditebak bahan pembicaraan kami tentang apa. 2 jam tentang film, 1 jam tentang make up, dan 3 jam tentang cowo (pastinya). Saya bingung mengapa ada orang yang bisa menyukai orang lain tapi takut untuk memiliki hubungan dengan orang tersebut. Bahkan kadang-kadang diam saja dan ditutupi rasa sukanya. Lebih parah lagi, ada yang sudah bilang suka, tapi anehnya tidak membutuhkan jawaban.
Sebut saja nama teman saya Bunga, nah si bunga ini punya sahabat akrab banget namanya Pohon. Tiba-tiba si Pohon suka sama Bunga, ditembaklah si Bunga ini. Tapi anehnya, si Pohon malah tidak meminta jawaban sama sekali, parahnya si Pohon nyuruh saya buat cari pacar untuk Bunga. Huff, bikin sebel. Padahal kan si Bunga juga sayang sama dia. Tapi si Bunga juga takut untuk pacaran sama Pohon. Benar-benar dua orang yang aneh. Mau tau hasilnya kaya apah? Sekarang mereka kaya musuhan, kalau satu datang, satunya pergi menghindar kaya ada hantu yang datang.
Kenapa orang tidak mau mencoba? Oke lah kalau dibilang ’dia tidak pantas untuk dicoba’. Tapi kalau tidak ada yang memulai, bakal sia-sia kan? Setidaknya kita tidak akan penasaran lagi, siapa tau dia adalah orang yang tepat. Dan kenapa setiap orang selalu berpikir yang buruk-buruk sebelum memulai ”gimana kalu gini, gimana kalau gitu”, padahal kan kita tidak tau mungkin saja semua hal baik yang akan muncul.
Kata teman saya tidak segampang itu, takut ada yang disakiti, takut kalau putus nanti bakal musuhan. Ini sangat salah, bukannya saya menganggap gampang, tapi saya sudah pernah mengalami seperti ini, dan buktinya 2 tahun berjalan dengan baik. Bagaimana mau memulai, mulai saja belum sudah pikir putus. Kenapa kita tidak berpikir, kalau putus, pasti baik-baik saja. Kalau sakit pun, berjalan dengan waktu akan hilang juga. Lagi pula dengan begitu kita baru bisa belajar, saat kita sakit, dikemudian hari kita dapat belajar lebih baik lagi.
Intinya, kalau kita tidak mampu merubah pikiran kita yang selalu takut untuk memulai suatu hal, kita akan melewatkan kesempatan terbaik terhadap hal tersebut. Saat kita menyukai orang, maksudnya benar-benar suka, jangan berpikir lama, langsung saja katakan suka. Masalah diterima atau tidak, belakangan lah. Berpikirlah selalu positif, kalaupun nantinya ada yang tidak enak, anggap saja itu pelajaran, meskipun benar-benar pahit. Tapi kalau kita tetap ’ditempat’ dengan pemikiran ’takut ini atau takut itu’, kita tidak bisa berkembang. ^_____^V

rizalbani says:
September 23rd, 2009
6:00 pm
Yup. Life is a journey, it needs change.