Menjadi Dewasa
Setiap orang pasti akan mengalami yang namanya masa dewasa. Menjadi dewasa tidak seperti yang saya pikirkan dulu. Saya selalu ingin cepat dewasa, setidaknya dengan menjadi dewasa, saya dapat diperhitungkan, saya dapat mengurus diri saya tanpa diatur oleh orang lain, saya bisa tinggal sendiri, dan yang lebih pastinya saya dapat berpacaran tanpa backstreet, hehe. Tapi ternyata menjadi dewasa tidak segampang itu.
Banyak tugas yang datang terus menerus, dan mau tidak mau kita sendirilah yang harus menyelesaikannya, biasanya sih dulu minta bantuan orang lain. Masalah selalu saja datang pada orang dewasa, dandan yang tidak modis saja sudah menjadi masalah bagi orang dewasa. Tidak punya pacar juga menjadi masalah bagi orang dewasa. Hal-hal kecil lainnya juga menjadi masalah bai orang dewasa, dan entah kenapa hal itu harus dipikirkan.
Terlalu banyak beban yang dipirkan orang dewasa. Masa depan adalah beban terberat yang dipirkan oleh orang dewasa. Dulu dengan gampangnya saya menyebutkan mau jadi ini, mau jadi itu, ternyata dalam pelaksanaannya tidak segampang itu. Sampai akhirnya saya kebingungan mau jadi apa. Dengan banyak beban yang dipikul, akan menimbulkan tanggung jawab yang semakin besar pula. Menjadi seorang dewasa berarti mampu berdiri dengan kaki sendiri. Kita tidak bisa memberikan tanggung jawab kita kepada orang lain. Semua harus dikerjakan dengan tangan sendiri.
Parahnya, saat tanggung jawab tersebut menyangkut banyak orang. Harus mampu menjadi dewasa di antara orang-orang dewasa lainnya. Banyak konflik yang akan terjadi saat orang dewasa mulai bekerja bersama. Semua ingin menjadi orang dewasa yang sok tau. Semua saling berebut posisi, saling mempertahankan ide-ide nya tanpa mendengar orang lain. Orang dewasa mulai berpikir untuk keuntungan diri sendiri tanpa peduli dengan rekannya yang lain.
Kebutuhan orang dewasa pun selalu bertambah banyak. Dulu jika mengingikan sesuatu, dengan mudahnya saya minta ke orang tua, kecuali handphone yang saat itu saya beli dengan tabungan sendiri. Tapi sekarang, kalau minta uang dari orang tua, rada malu juga. Paadaha kebutuhan saya banyak, entah ini disebut kebutuhan atau memang pada umumnya orang dewasa banyak kebutuhan. Saya mulai mengumpulkan uang untuk memenuhi apa yang saya inginkan, dan ternyata itu juga menjadi beban bagi saya. Apalagi saat uang yang saya kumpulkan tidak cukup untuk membeli sesuatu.
Saya belum terbiasa untuk menjadi seorang dewasa. Dengan masalah yang banyak, beban yang banyak, dan tanggung jawab, saya akhirnya sadar bahwa saya sudah dewasa. Mengeluh bukan jalan yang terbaik, tapi mengadapi adalah suatu jalan yang dapat membuat saya benar-benar menjadi dewasa. Intinya, menjadi dewasa berarti kita harus mampu berdiri dengan kaki sendiri. ^____^V
