Teknologi itu penting!

By admin

Semua orang pastinya tahu betapa pentingnya menguasai sebuah teknologi. Dan sampai sekarang pun, saya sendiri masih menomorsatukan teknologi. Kalau sehari tidak memegang handphone, mungkin bisa gila. Jangankan handphone, hidup terasa hampa tiap hari kalau tidak ada komputer bagi saya.

Saya ingat pertama kali saya menggunakan handphone saat kelas 2 SMP. Itu pun masih katro dengan handphone Nokia yang layarnya hitam putih. Waktu kelas 3 SMP, ayah saya membawakan sebuah handphone berwarna, saat itu menurut saya sangat amat keren. Tapi ternyata sekarang sudah jadi handphone murah. Seterusnya kakak-kakak saya mulai memiliki handphone bagus dengan kamera dan model yang bagus pula. Yah dengan memendam rasa iri, akhirnya 3 tahun saya mengumpulkan uang jajan, dan akhirnya saya memiliki sebuah handphone yang sangat bagus untuk pertama kalinya. Saking katronya, tidur pun masih memegang handphone tersebut.

Beda lagi kalau bercerita tentang komputer dengan kerumitannya. SMP kelas 2 saya mengenal yang namanya komputer. Saat itu kami diajari oleh suster Lucy. Masih dengan bego-begonya, tidak tau bagaimana cara membukanya, dan masih dengan gugupnya memegang mouse. Saat itu juga saya yakin banyak keyboard yang rusak, soalnya anak-anak banyak menekan sekuat tenaga, hahaha. Saya juga ingat, satu komputer itu bisa 2 atau tiga orang. Tapi dibanding komputer-komputer lain, komputer di SMP sudah termasuk sangat bagus.

Tapi entah mengapa, pelajaran tersebut membuat saya down karena masih membingungkan. Akhirnya saya meminta seorang pastor untuk mengajarkan saya tentang komputer. Entah komputernya saat itu pentium berapa, yang saya ingat sih warnanya coklat kekuning-kuningan(warna yang tidak menyenangkan). Tapi yah namanya tidak tau apa-apa, melihat ada yang punya komputer sudah membuat saya terpana. Saya ingat, saat itu saya belajar tentang windows 92’ kalau ga salah. Dan dengan bangganya mama saya menerima hasil print yang telah saya ketik (seolah-olah saya baru saja memenangkan olimpiade).

Memasuki SMA, pelajaran komputer adalah pelajaran favorit saya. Meskipun warna komputernya tidak begitu meyakinkan, tapi saya tetap semangat belajar. Komputernya tidak begitu banyak, satu komputer dipegang oleh beberapa orang. Yang saya pelajari hanya word,excel,dan aplikasi-aplikasi standar lainnya.

Kelas tiga SMA, ada penyuluhan internet dari telkomnet instan. Sayangnya, saya sendiri tidak dapat mencobanya karena banyaknya anak memenuhi ruangan tersebut. Lalu, kami diberi tugas untuk pergi ke warnet, dan perlu di catat, di kota saya waktu itu warnetnya cuma satu dengan harga 10.000 per jam. Dengan percaya diri, kami berbondong-bondong pergi ke sana. Kami pikir, mungkin yang jaga bisa membantu kami. Yah, internet kaya apa, kami juga tidak tahu. Eh, ternyata dengan sombongnya si penjaga internet malah marah. Saat itu, saya benar-benar merasa sangat marah.

Sampailah di pulau Jawa, saya merasa sangat down. Anak-anak sini begitu sangat maju. Saya lalu diajarkan oleh kakak saya dasar-dasar internet. Namun, kadang-kadang dia juga malas-malasan. Demi mengenal internet dan mengejar ketertinggalan saya akan pengetahuan internet, tiap sore saya ke warnet sendirian, beli berbagai buku. Yah, puji Tuhan lah, akhirnya saya bisa mengejar ketertinggalan itu dan bahkan lebih maju lagi.

Namun, soal aplikasi komputer ternyata saya masih jauh kalah. Apalagi aplikasi-aplikasi untuk mendesign. Teman-teman yang lain waktu SMA sudah diajari. Tapi saya… aaahhhh. Saya pun meminta salah satu teman untuk mengajarkan saya, sampai-sampai saya selalu nginap di kostannya hanya untuk belajar mendesign. Dengan banyak belajar dan mencari tau, akhirnya saya mulai paham akan sega tentang komputer.

Pertama kali saya mendapat komputer sendiri sampai memiliki laptop d, semuanya penuh dengan kerja keras. Perlu banyak belajar dan tidak malu bertanya. Meskipun awalnya diolok sama temen-temen karena tidak punya friendster, akhirnya bisa juga mengalahkannya.

Saya pun akhirnya berpikir, kenapa dari dulu saya tidak diajari seperti anak-anak disini. Mengapa sekolah tidak sekalian mencari komputer yang bagus. Jujur saja, pengetahuan akan komputer sangat penting saat kuliah, dan itu sangat dirasakan oleh semua mahasiswa. Guru-gurunya pun kayanya tidak begitu tulus dalam mengajarkan bidang ini. Saya tidak ingin generasi-generasi selanjutnya seperti saya. Harus adanya kesadaran dari semua yang di sana akan pentingnya belajar komputer. Semoga Flores bisa lebih maju lagi, khususnya dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi. Amin!

Leave a comment

AWSOM Powered